Berita  

PGI Serukan Kebijaksanaan di tengah Kebuntuan: Jaga Moral dan Adab dalam Perjuangan

PGI Serukan Kebijaksanaan di tengah Kebuntuan: Jaga Moral dan Adab dalam Perjuangan
PGI Serukan Kebijaksanaan di tengah Kebuntuan: Jaga Moral dan Adab dalam Perjuangan

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengirimkan gelombang kecaman setelah pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas dilindas kendaraan taktis Brimob. Dalam pernyataannya, PGI tidak hanya menyampaikan dukacita, tetapi juga meminta semua pihak untuk mengekspresikan aspirasi dengan cara yang bermartabat.
Latar Belakang
Ketua Umum PGI, Pendeta Jacklevyn Manuputty, menegaskan bahwa demonstrasi bukanlah ancaman, melainkan cerminan dari kegelisahan masyarakat. Ia mengajak publik untuk tidak melihat perjuangan sosial sebagai bentuk konfrontasi, tetapi sebagai ruang untuk mengekspresikan kekhawatiran secara bermoral.
Fakta Penting
PGI menekankan pentingnya menjaga ruang perjuangan tetap bermoral dan beradab. Menurut Manuputty, semua tuntutan harus disampaikan secara bermartabat, tanpa kekerasan atau provokasi. Ini adalah langkah penting untuk menjaga keutuhan masyarakat dan mencegah eskalasi konflik.
Dampak
Pernyataan PGI ini tidak hanya menjadi voice of reason di tengah ketegangan, tetapi juga mengingatkan masyarakat bahwa perjuangan yang beradab dapat menjadi jalan untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik. Dengan tetap menjaga moralitas, ruang perjuangan dapat menjadi tempat untuk mencari solusi yang bermartabat bagi semua pihak.
PGI Ajak Masyarakat Jaga Ruang Perjuangan Tetap Bermoral dan Beradab: langkah penting untuk mencegah eskalasi dan menjaga harmoni sosial di Indonesia.

Exit mobile version