Berita  

“Gestur Politik Prabowo ke Aparat: Kekecewaan yang Sarat Pesan”

“Gestur Politik Prabowo ke Aparat: Kekecewaan yang Sarat Pesan”

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan rasa kecewanya atas tindakan aparat dalam insiden tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, bukan sekadar ekspresi emosional seorang kepala negara. Dalam politik, setiap kata yang keluar dari seorang presiden adalah gestur yang sarat makna, sekaligus pesan kepada publik dan institusi yang dipimpinnya.

Selama ini, publik lebih sering mendengar pernyataan pejabat yang cenderung defensif ketika menghadapi kasus pelanggaran aparat. Namun, Prabowo memilih jalur berbeda: ia menegaskan kekecewaan secara terbuka, bahkan menekankan bahwa investigasi harus dilakukan secara tuntas dan transparan.

Dalam kacamata politik, ini adalah bentuk political signaling. Menurut teori principal-agent dalam hubungan kekuasaan, seorang pemimpin (principal) kerap berjarak dari agen (aparat birokrasi dan keamanan) yang melaksanakan kebijakan di lapangan. Dengan mengutarakan kekecewaan terang-terangan, Prabowo menegaskan bahwa jarak itu nyata dan publik perlu tahu ia tidak akan menutup mata terhadap kesalahan agen.

Exit mobile version