
Pengantar
Publik dihebohkan dengan penemuan kerangka manusia berjenis kelamin laki-laki di dalam mobil di asrama polisi Polsek Ujungpangkah, gresik, Jawa Timur. Mobil tersebut diketahui milik Aipda Yudi Setiawan, mantan Kanit Reskrim Polsek Ujungpangkah, dan terparkir selama lima tahun. Polisi sedang menyelidiki kasus ini, sementara publik penasaran tentang proses dekomposisi mayat menjadi kerangka.
Proses Dekomposisi Mayat
Proses dekomposisi atau perubahan mayat menjadi kerangka dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi lingkungan, temperatur, dan kelembapan. Di Indonesia, dengan cuaca tropis yang lembap dan panas, dekomposisi biasanya lebih cepat. Namun, faktor seperti minimnya oksigen dan kelembapan yang rendah di dalam mobil dapat memperlambat proses ini.
Fakta Ilmiah Tentang Dekomposisi
Dalam kondisi normal, mayat dapat mulai membusuk dalam waktu 24-72 jam setelah kematian. Proses ini mencakup perubahan warna kulit, munculnya bau, dan penghancuran jaringan lembut. Namun, untuk menjadi kerangka tanpa sisa jaringan, diperlukan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Penutup
Kasus ini menunjukkan pentingnya pemahaman tentang proses dekomposisi, terutama dalam konteks forensik. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran terkait kesehatan, konsultasikan dengan ahli kesehatan untuk informasi lebih lanjut.